Jumlah Warga yang Mengadu di Balai Kota Berkurang Drastis

Sejak beberapa tahun lalu, pendopo balai kota Jakarta selalu dipenuhi warga yang ingin mengadu pada Gubernur DKI. Tradisi ini kurang lebih dimulai sejak presiden Joko Widodo masih menjabat sebagai Gubernur DKI lalu diteruskan di era pak Basuki Tjahaja Purnama alias ahok dan pak Djarot. Namun kini, di era gubernur baru DKI, pak Anies Baswedan terlihat hanya ada beberapa warga yang membawa map untuk mengadu. Sisanya adalah awak media yang ingin melakukan wawancara dengan gubernur.

Padahal menurut pak Anies, tak ada larangan bagi warga Jakarta untuk datang mengadu ke Balai Kota seperti biasa. Hanya saja, pak Anies menginginkan adanya sistem khusus untuk menerima pengaduan warga sehingga warga tidak perlu datang berulang-ulang kembali ke Balai Kota. Meskipun begitu, pak Anies menegaskan sama sekali tidak ada pelarangan mengenai pengaduan ini.

Staf balai kota bagian pengaduan mengatakan bahwa selama seminggu sejak pak Anies menjabat, keluhan warga rata-rata mencapai lima warga. Sedangkan di era pak Djarot per hari nya melayani 25 pengaduan. Pada era pak Ahok, pengaduan ini bisa mencapai 70-100 pengaduan.

Gubernur Anies Baswedan mengatakan bahwa pihaknya sedang mencari cara agar warga tidak repot untuk selalu datang apalagi yang bertempat tinggal jauh dari balai kota, oleh sistem pengaduan ini sangat penting untuk dibuat.

Menurut saya pribadi, pengaduan secara langsung ini sebenarnya sudah cukup efektif, dengan begitu gubernur tahu secara langsung keluhan yang dirasakan warganya. Karena jika melalui sistem, saya khawatir akan ada penyortiran atau penyaringan informasi dari pihak A, B, atau C sebelum akhirnya sampai ke Gubernur dan wakil Gubernur.

Apapun itu, semoga memang sistem pengaduan yang akan dibuat nanti dapat membuat warga Jakarta nyaman. Ibu kota ini pun menjadi semakin baik ke depannya. Apalagi 58% warga Jakarta yang memilih gubernur saat ini berharap banyak bahwa kota Jakarta akan menjadi lebih baik lagi setelah perombakan sistem yang dilakukan gubernur-gubernur sebelumnya. Mulai dari Mal Pelayanan Publik, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, serta pendataan secara ektp yang dilengkapi security systems canggih di pusat datanya. Siapa tahu ke depannya Jakarta dapat menjadi acuan Smart City bagi kota-kota seluruh Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *