Waspada, Maraknya Penipuan Berkedok Call Center Bank

Aksi penipuan yang bertujuan merugikan sejumlah nasabah perbankan kembali terjadi. Kali ini modus yang dilakukan adalah dengan cara berpura-pura menjadi agent call center bank tertentu.

Diambil dari rekaman yang diperoleh, pelaku menelpon calon korban dengan berpura-pura sebagai agent call center sebuah bank swasta yang sudah cukup terkenal dengan layanan digitalnya.

Cara yang dijalankan adalah dengan cara pelaku menelpon calon korban yang merupakan nasabah bank dan menginformasikan adanya perubahan kebijakan bank mengenai layanan digital. Perubahan kebijakan ini berkaitan dengan sejumlah biaya uang yang harus dikeluarkan nasabah untuk bertransaksi.

“Kami ingin memberikan informasi bahwa tarif baru yang sebelumnya Rp 500 per sms mulai malam nanti akan berlaku tarif baru, kalau anda tidak memperpanjang akan dikenakan biaya Rp 150 ribu per bulan,” ucap pelaku penipuan.

Pelaku kemudian akan coba menawarkan jasa pilihan layanan kepada nasabah agar tidak terkena biaya potongan yang terlalu besar. Tapi dalam penawaran tersebut pelaku akan meminta username calon korbannya. Karena biasanya, perbankan sudah melengkapi sistem keamanan yang komprehensif dalam server internal yang mereka gunakan.

Padahal jika melihat undang-undang perbankan, petugas perbankan sama sekali tidak berhak meminta username dan password nasabah karena hal itu bersifat perseorangan atau personal.

Dalam pasal 1 poin 28 Undang-Undang nomor 10 Tahun 1998 tentang perubahan atas UU nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan (UU Perbankan), rahasia bank adalah segala macam hal yang berhubungan dengan keterangan mengenai data nasabah penyimpanan dan simpanannya.

Sedangkan kewajiban bank merahasiakan segala macam hal yang berkaitan dengan nasabah penyimpanan dan juga simpanannya juga diatur di dalam pasal 2 ayat (1) tentang Peraturan Bank Indonesia Nomor 2/19/PBI/2000 tentang persayaratan dan juga tata cara pemberian perintah atau izin tertulis untuk membuka rahasia bank.

Head of Marketing Brand and Communications PT Bank CIMB Niaga Tbk, Slamet Sudijono, mengatakan CIMB Niaga pernah dicatut namanya dalam aksi penipuan tersebut. Ia juga menegaskan bahwa CIMB Niaga tidak pernah meminta username kepada nasabah.

“Seluruh staf CIMB Niaga tidak akan pernah meminta user id, password, passcode, PIN CIMB Clicks ataupun Go Mobile nasabah dengan alasan apapun,” tegasnya.

Ia juga menginformasikan kepada seluruh nasabah CIMB Niaga bahwa bila menerima telepon yang mencurigakan dengan mengatasnamakan CIMB Niaga, dimohon untuk segera menutup atau mengabaikan. Nasabah juga diminta untuk menghubungi phone banking 14041.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *