Redmi S2 Resmi Diluncurkan, Bocoran Spek Hampir Tepat!

Xiaomi akhirnya resmi meluncurkan Redmi S2 di Tiongkok setelah informasi spesifikasinya bocor beberapa waktu lalu. Secara garis besar, bocoran yang beredar tentang smartphone ini ternyata benar adanya.

Seperti yang dikutip dari GSM Arena, Redmi S2 ini dibuat sebagai perangkat yang ada di bawah Redmi Note 5. Sejumlah fitur seperti kamera ganda dan layar bezeless dipertahankan pada perangkat ini. Redmi S2 ini didukung chipset Snapdragon 625. Smartphone ini juga sudah menjalankan MIUI 9 berbasis Android 8.1 Oreo. Android Oreo 8.1 saat ini diklaim merupakan Android dengan tingkat patch security systems terbaik dari Google. Google sempat mengklaim bahwa dengan update security ini malware yang beresiko menyerang smartphone dapat dihentikan atau diblokir.

Smartphone ini memiliki layar 5,99 inci yang didukung HD+. Bagian depan dari perangkat ini bersih dari tombol. Untuk pemindai sidik jari, Xiaomi meletakkannya di bagian belakang bodi. Dengan kamera depan 16MP yang didukung LED flash dengan kecerdasan buatan, tentu akan membuat bahagia para wanita atau pengguna lain yang gemar melakukan selfie. Kamera utamanya sendiri memiliki resolusi 12 MP dan 5 MP yang dibekali EIS, hampir sama dengan Redmi Note 5 Pro. Xiaomi menawarkan dua opsi memori untuk Redmi S2, yakni RAM 3GB dengan ROM 32GB dan RAM 4GB dengan ROM 64GB. Keduanya juga memiliki slot microSD bagi pengguna yang merasa memori internalnya kurang mencukupi.

Harga untuk Redmi S2 dengan RAM 3GB dan ROM 32GB akan dibanderol dengan harga sekitar 999 yuan (Rp 2,2 juta). Sementara model RAM 4GB dengan ROM 64GB dijual 1.299 yuan (sekitar Rp 2,8 juta).

Versi Redmi S2 yang memiliki tiga opsi warna–rose goldplatinum silver, dan champagne gold–baru dipasarkan di wilayah Tiongkok melalui Suning.com. Hingga saat ini belum ada informasi apakah Xiaomi akan memboyong perangkat ini ke pasar global atau tidak.

Sekadar informasi, Xiaomi Redmi Note 5 sendiri baru saja resmi diluncurkan di pasar Indonesia. Xiaomi mengklaim smartphone ini hadir dengan spesifikasi kamera flagship.

Dual kamera belakang merupakan spesifikasi kunci dari Redmi Note 5. Smartphone ini memiliki dual kamera belakang dengan resolusi 12MP dan 5MP.

Untuk kamera 12MP disokong sensor 1,4 micron piksel dan aperture f/1.9, sedangkan kamera 5MP dengan 1,12 micron piksel dan f/2.0. Kamera belakang dan depan Redmi Note 5 juga dilengkapi teknologi kecerdasan buatan.

“Bisa dibilang ini adalah kamera dengan level flagship. Melalui Redmi Note 5, kami melanjutkan tradisi untuk menghadirkan salah satu produk terbaik bagi pengguna yang mencari smartphone kuat dan memiliki dual kamera AI flagship,” jelas Country Manager Xiaomi Indonesia, Steven Shi, dalam acara pengumuman Redmi Note 5 di Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Salah satu fitur kamera depan dan belakang yang menjadi unggulan adalah Beauty 4.0. Ketika Portrait Mode digunakan, fitur Beauty 4.0 dapat menghasilkan efek berbeda dan telah disempurnakan melalui AI agar tampil lebih natural. Kamera depan dapat menghasilkan efek bokeh dalam Portrait Mode.

Spesifikasi Redmi Note 5 lainnya, termasuk layar FHD+ berukuran 5,99 inci, prosesor octa coreSnapdragon 636, GPU Adreno 509, RAM 4/3GB, memori internal 64/32GB, dan kamera depan 13MP.

Smartphone berbasis OS Android Oreo ini juga disokong baterai 4.000mAh, sensor pemindai sidik jari, dua slot katru SIM yang kompatibel dengan jaringan 4G LTE.

Redmi Note 5 dibekali dengan fitur face unlock dan Xiaomi menjamin keamanan data wajah pengguna yang terekam melalui sistem smartphone tersebut.

“Keamanan data merupakan prioritas kami dan kami menjamin kemanan semua data pengguna,” tutur Steven.

Redmi Note 5 hadir dalam tiga varian warna yaitu biru, emas, dan hitam. Smartphone ini dijual dengan harga mulai dari Rp 2,5 juta.

Registrasi Ulang Sim Card yang Membuat Frustasi Pelanggan

Registrasi kartu SIM prabayar yang merupakan program dari Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) telah melewati masa akhir pada tanggal 28 Februari 2018 lalu. Namun ternyata, tidak semua pelanggan prabayar sukses melakukan pendaftaran.

Meskipun registrasi kartu SIM sebenarnya masih bisa dilakukan sebelum mencapai masa blokir total yaitu 1 Mei 2018, tapi kekecewaan para pelanggan tetap tak bisa disembunyikan.

Selain itu mereka juga cemas. Kecemasan mereka beralasan. Sebab, Kemkominfo mulai menurunkan layanan terhadap kartu SIM yang gagal didaftarkan sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

Pada 30 hari pertama terhitung dari tanggal 1 Maret 2018, kartu SIM prabayar yang belum didaftarkan ulang tidak akan bisa melakukan panggilan dan mengirim pesan singkat keluar. Tiga puluh hari berikutnya, pelanggan yang masih belum juga berhasil mendaftar tidak bisa menerima panggilan dan pesan singkat yang masuk. Pada masa itu akses internet menjadi satu-satunya layanan yang bisa dinikmati pengguna.

Selain penurunan layanan tersebut, kekesalan lain dari para pelanggan adalah sulitnya melakukan registrasi ulang kartu prabayar. Siapa bilang registrasi kartu SIM hanya perlu dilakukan dengan menekan beberapa huruf dan angka?

Pengalaman menjengkelkan ini harus dialami Nurma (38) ketika mencoba registrasi kartu SIM-nya dinyatakan gagal berkali-kali. Padahal warga Depok ini sudah mendaftarkan kartu SIM-nya dari jauh-jauh hari yakni Oktober 2017.

Dari prosesnya yang selalu gagal tersebut, Nurma selalu mendapat pesan balasan bahwa Nomor Induk Kependudukan (NIK) miliknya tidak sesuai dengan yang tercantum di Kartu Keluarga (KK).

“Akhirnya cari tahu dan diinfo teman sama baca-baca harus urus nomor KTP dan NIK ke (ditjen) Dukcapil (Kependudukan dan Pencatatan Sipil),” ujar Nurma, Kamis 1 Maret 2018.

Pengalaman yang sama juga dialami Agus Rasiwi (35). Warga Tangerang Selatan ini juga mengalami kendala ketika melakukan proses registrasi ulang kartu SIM karena KTP dan NIK yang tidak sinkron.

Agus pun akhirnya harus menjalani proses yang sangat melelahkan. Dia harus bolak-balik ke kantor kecamatan, Ditjen Dukcapil, hingga operator kartu SIM.

Namun, usaha pegawai swasta ini tidak juga membuahkan hasil yang diharapkan. Sebab, dia harus menunggu dalam kurun waktu yang tidak bisa ditentukan sampai NIK dan KK miliknya bisa sinkron di data Dukcapil.

Tidak jauh berbeda dengan Agus, Nurma juga berusaha menghubungi Dukcpil melalui sambungan telepon. Sayangnya, telepon Nurma ke pihak Dukcapil tidak pernah bisa tersambung. Nurma pun akhirnya mencoba mengontak Dukcapil melalui surat elektronik (e-mail).

“Ditunggu sampai 3 hari enggak ada jawaban apapun dari sana (Dukcapil),” kata Nurma. Akhirnya, ibu rumah tangga yang juga pekerja ini memutuskan untuk coba mendatangi pusat layanan provider kartu SIM yang dimilikinya.

Sesampainya di kantor pusat layanan operator provider, Nurma tetap saja mengalami permasalahan yang sama yaitu NIK dan KK yang dianggap tidak sesuai oleh sistem server. “Petugasnya di sana bilang tetap enggak bisa, harus urus dulu ke Dukcapil soal masalah NIK dan KK,” keluh Nurma. Akhirnya Nurma pun memutuskkan untuk mengganti kartu SIM nya ke layanan pascabayar agar tidak perlu melakukan registrasi ulang kartu SIM.

Satu minggu sejak e-mail aduan ke Dukcapil dikirimkan, akhirnya balasan dari pihak Dukcapil sampai ke kotak masuk e-mail Nurma. “E-mail balasan dari Dukcapil memberi informasi kalau memang ada perbedaan data NIK saya dengan KK dan mereka yang akan urus,” ucap Nurma. Sayangnya proses pengurusan tersebut tidak bisa berlangsung singkat.

Registrasi kartu SIM nyatanya memang tak semudah yang digaungkan. Aduan gagalnya registrasi ulang kartu SIM karena NIK dan KK yang tidak sinkron dialami banyak sekali dari pelanggan lainnya. Padahal, sinkroniasi data NIK dan KK tidak dapat dilakukan dengan sekedar menekan beberapa angka dan huruf saja.

Ada yang dilupakan Kemkominfo adalah mengenai pentingnya konsolidasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Data yang dibutuhkan oleh Keminfo untuk mendaftarkan ulang kartu SIM adalah data yang ditangani oleh Kemendagri. Sayangnya, kekeliruan data dari Kemendagri seolah diabaikan dan dianggap bisa segera selesai sebelum tanggal 28 Februari 2018.

Padahal menurut Agus, petugas di kecamatan dan dukcapil hanya bisa menggeleng saat ditanya kapan NIK dan KK miliknya bisa segera sinkron.

Ternyata, meskipun data ektp dan KK sudah dapat dijamin keamanan sistem nya pada server yang digunakan, tetap saja ada kendala dari segi lain yaitu sinkronnya data antar departemen/kementrian. Semoga masalah ini dapat segera selesai.

Hadi Tjahjanto Dipilih untuk Kawal Keamanan Sistem Negara

Presiden Jokowi telah menjatuhkan pilihan calon tunggal Panglima TNI untuk menggantikan Jendral Gatot Nurmantyo yang segera memasuki masa purnatugas bulan Maret 2018 nanti. Pilihannya jauh kepada Kepala Staf TNI Angkatan Udara, Marsekal Hadi Tjahjanto untuk memimpin pasukan TNI Republik Indonesia menjaga keamanan sistem negara.

Presiden yakin bahwa beliau memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat untuk bisa membawa TNI ke arah yang lebih profesional sesuai jati dirinya yaitu tentara rakyat, tentara pejuang, tentara nasional dan tentara profesional.

Marsekal Hadi Tjahjanto sendiri bukanlah sosok yang datang dari kalangan elite militer. Ayahnya seorang kopral, sementara ibunya berjualan rujak cingur. Dirinya meniti karier di TNI dari bawah hingga akhirnya menjadi pucuk pimpinan korps dirgantara.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum PPP, Arwani Thomafi menganggap, pemilihan Marsekal Hadi Tjahjanto sudah tepat. Meski demikian, ia menepis anggapan yang menyebut TNI saat ini tak netral. Hadi Tjahjanto selama ini dikenal sebagai sosok netral. Jika Panglima TNI tidak berpolitik praktis, maka pasti TNI sebagai kesatuan pun tidak akan berpolitik praktis.

Apalagi, tugas seorang Panglima TNI bukanlah untuk mengurusi politik praktis, melainkan mengambil keputusan strategis terkait pertahanan dan keamanan untuk negara. Pemilihan Hadi Tjahjanto juga dinilai sesuai dengan visi Presiden Jokowi untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.

Pengamat militer dan intelijen, Susaningtyas Kertopati mengatakan, penguatan pilar kelima untuk pertahanan maritim harus difokuskan dalam meningkatkan kemampuan Angkatan Laut dan Angkatan Udara.

Alasan Presiden Jokowi memilih Marsekal Hadi Tjahjanto dijelaskan Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi SP. Pemilihan Hadi sebagai calon tunggal pengganti Jenderal Gatot melalui banyak pertimbangan terutama harus sesuai dengan UU.

“Karena di UU TNI itu kan persyaratan untuk menjadi Panglima TNI adalah pernah menjadi kepala staf, perwira aktif, perwira tinggi aktif, atau sedang menjadi kepala staf,” jelas Johan Budi di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (4/12/2017).

Selain itu, Hadi Tjahjanto pun bukan orang asing di mata Jokowi. Sebelum menjadi KSAU, Jokowi telah menunjuknya menjadi Sekretaris Militer Presiden, kemudian diangkat menjadi Irjen di Kementerian Pertahanan. Ia juga dianggap sebagai sosok yang cakap dan mumpuni.